Sinergi Strategis: DPMD, APDESI, dan Politeknik Bhakti Kencana Matangkan Agenda Lanjutan 1.000 Sarjana Desa di Cianjur

POLITEKNIK BHAKTI KENCANA
Facebook
WhatsApp
Telegram
Twitter

Bagikan

CIANJUR, 29 Juli 2026 – Akselerasi peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan transformasi digital pedesaan di Kabupaten Cianjur memasuki tahap implementasi teknis. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) bersama Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Cianjur hari ini menggelar rapat koordinasi lanjutan di kantor DPMD guna mematangkan kolaborasi strategis bersama Politeknik Bhakti Kencana terkait program inovatif bagi masyarakat desa

POLITEKNIK BHAKTI KENCANA

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari diskusi sebelumnya guna memastikan kesiapan mobilisasi tim di lapangan. Dalam laporannya mengenai jadwal sosialisasi masif ke 32 kecamatan yang direncanakan pada Agustus mendatang, Dr. Mubarok, S.Kom., S.H., M.M., M.H., M.Si., selaku Ketua Yayasan, memberikan rincian operasional tim gabungan “Jadi teknisnya itu Pak mohon izin dalam 1 hari itu ada dua titik, titik pertamanya jam 09.00, titik keduanya jam 13.30 dalam 1 hari itu 16 titik. Karena 16 titik Jadi delapan tim gitu, Pak.”

Selain membahas teknis kunjungan, Dr. Mubarok memaparkan empat pilar utama penyangga agenda sarjana desa ini. Pertama, program ini dicanangkan dengan target menjaring seribu peserta didik dari wilayah pedesaan untuk mendongkrak angka partisipasi pendidikan tinggi serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Cianjur secara kolektif

Kedua, sistem pembelajaran dirancang melalui skema hybrid learning yang memberikan fleksibilitas bagi masyarakat di wilayah pelosok. Mahasiswa hanya diwajibkan mengikuti pertemuan tatap muka dan praktikum secara periodik di kampus, sementara seluruh materi serta administrasi akademik telah terintegrasi dalam satu platform digital yang mudah diakses tanpa kendala mobilitas harian

Ketiga, pola pendidikan yang diterapkan mengacu pada standar vokasi politeknik yang menitikberatkan pada penguasaan praktik lapangan dibandingkan teori. Kurikulum ini dikombinasikan dengan perolehan berbagai sertifikasi kompetensi profesional guna memastikan setiap mahasiswa memiliki kualifikasi yang diakui oleh dunia industri.

Politeknik bhakti kencana

Terakhir, komitmen utama dari kerja sama ini adalah penyaluran kerja yang sudah dimulai sejak mahasiswa memasuki semester akhir. Pihak penyelenggara telah menyiapkan infrastruktur penempatan kerja internal dan kemitraan industri sehingga para lulusan nantinya dapat langsung terserap dalam dunia kerja sesuai bidang keahliannya masing-masing

Melalui pembahasan lanjutan yang komprehensif ini, kolaborasi antara unsur pemerintah, organisasi desa, dan akademisi diharapkan dapat menjadi pionir dalam mewujudkan tata kelola desa yang cerdas sekaligus menghasilkan SDM yang kompetitif di tingkat nasional